Uncategorized

Ainul Rofiq Ketua DPM UNINDRA Mendukung Revisi RUU POLRI

Ainul Rofiq, Ketua DPM UNINDRA, menyoroti pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan di tubuh BEM UNINDRA. Menurutnya, regenerasi tidak hanya sebatas pergantian figur, melainkan proses transfer nilai, visi, serta tradisi intelektual yang menjadi fondasi gerakan mahasiswa. Tanpa regenerasi yang sehat, organisasi berpotensi kehilangan arah dan daya dorongnya sebagai kekuatan moral dan sosial. Karena itu, BEM UNINDRA diharapkan terus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang mampu mencetak kader mahasiswa berintegritas, berkapasitas, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

Lebih lanjut, Ainul Rofiq, Ketua DPM UNINDRA, mengajak seluruh pimpinan BEM di berbagai daerah untuk memperkuat gerakan melalui kolaborasi, pertukaran gagasan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Mahasiswa dinilai harus tetap menjaga sensitivitas sosial di tengah dinamika nasional, sekaligus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Ia juga menilai bahwa akselerasi kepemimpinan mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan bangsa. Mahasiswa tidak hanya dituntut bersikap kritis, tetapi juga adaptif serta mampu berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, BEM UNINDRA diarahkan untuk tetap menjadi mitra strategis dalam pembangunan tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial yang konstruktif.

Dalam kesempatan tersebut, Ainul Rofiq, Ketua DPM UNINDRA, menyampaikan dukungan terhadap Revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri). Menurutnya, revisi tersebut merupakan bagian dari upaya penyempurnaan regulasi guna memperkuat kelembagaan Polri agar lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan tantangan keamanan, serta mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap berpedoman pada prinsip negara hukum, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Selain itu, Ainul Rofiq, Ketua DPM UNINDRA, turut menyampaikan sikap organisasi yang mendukung langkah aparat dalam menjaga ketertiban dan stabilitas nasional. Dukungan terhadap langkah Polri ditegaskan sepanjang pelaksanaan tugas dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan kondisi nasional yang aman, tertib, dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan.

BEM UNINDRA juga menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah isu yang berkembang, termasuk berbagai kritik terhadap pemerintah maupun dinamika gerakan mahasiswa yang berkaitan dengan institusi Polri. Evaluasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa yang tetap mengedepankan pendekatan konstruktif, objektif, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut mencerminkan dinamika pendekatan dalam gerakan mahasiswa. Selain mengedepankan fungsi kritis, BEM UNINDRA juga menempatkan diri sebagai bagian dari elemen bangsa yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional melalui penyampaian gagasan, pengawasan, dan kerja sama yang bersifat konstruktif.

Ke depan, BEM UNINDRA diharapkan mampu memperkuat arah gerakan mahasiswa yang lebih terstruktur, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Hal ini menjadi landasan penting dalam meneguhkan posisi mahasiswa sebagai poros perubahan bangsa sekaligus mitra kritis dalam pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *