NasionalOpiniPolitik

FPI Buka Ruang Klarifikasi Beradab dalam Kerangka Hukum

Kelompok Front Persaudaraan Islam menyatakan dukungan penuh kepada Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti laporan dan melakukan proses hukum secara profesional terkait dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepercayaan terhadap aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama.

Front Persaudaraan Islam menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukanlah bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi, melainkan upaya memastikan setiap ekspresi publik tetap berada dalam koridor etika, hukum, dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan. Menurut organisasi tersebut, kebebasan berekspresi harus selalu disertai tanggung jawab sosial.

Dalam pernyataannya, Front Persaudaraan Islam menyampaikan bahwa materi komedi yang menyentuh ranah ibadah dan keyakinan umat berpotensi menimbulkan keresahan jika tidak disampaikan secara bijak. Oleh karena itu, klarifikasi melalui mekanisme hukum dinilai penting agar persoalan dapat diuji secara objektif, transparan, dan berkeadilan.

Front Persaudaraan Islam juga mengapresiasi sikap Polda Metro Jaya yang dinilai responsif terhadap aspirasi masyarakat. Mereka berharap proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur, mengedepankan asas praduga tak bersalah, serta berlandaskan alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, organisasi tersebut menekankan bahwa pelaporan dan dukungan terhadap proses hukum merupakan wujud komitmen menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Penegakan hukum yang tegas dan adil diyakini dapat menjadi sarana edukasi publik agar ruang seni dan hiburan tetap sensitif terhadap nilai-nilai sakral umat beragama.

Front Persaudaraan Islam mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menghakimi sebelum adanya kejelasan hukum. Mereka juga mengajak masyarakat menghormati proses yang sedang berjalan, serta tidak memprovokasi atau memperkeruh suasana melalui opini yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Di sisi lain, Front Persaudaraan Islam menyatakan keterbukaan terhadap penyelesaian yang beradab dan bermartabat, termasuk melalui klarifikasi dan itikad baik dari pihak terkait, sepanjang dilakukan dalam kerangka hukum dan saling menghormati. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa.

Menutup pernyataannya, Front Persaudaraan Islam kembali menegaskan kepercayaan kepada Polda Metro Jaya untuk menjalankan tugas secara profesional, independen, dan transparan. Mereka berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan kepastian, keadilan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *