Pengurus Besar (PB) PMII, Hindari Aksi Anarkis, Jadikan Hari Antikorupsi dan HAM Momentum Refleksi Konstruktif
Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro, mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk menahan diri dari aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis menjelang peringatan Hari Antikorupsi dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Pernyataan ini disampaikan M Shofiyullah Cokro di tengah maraknya isu-isu sensitif yang berpotensi memicu kerusuhan.
Menurut M Shofiyullah Cokro, momentum Hari Antikorupsi dan HAM seharusnya menjadi wadah refleksi konstruktif, bukan ajang kekerasan atau demonstrasi destruktif. “Kami memahami aspirasi rakyat terhadap pemberantasan korupsi dan perlindungan HAM. Namun, aksi anarkis hanya akan merugikan citra perjuangan kita sendiri dan menghambat dialog dengan pemerintah”.
M Shofiyullah Cokro menekankan pentingnya pendekatan rasional melalui dialog, advokasi hukum, dan kampanye publik yang damai. Ia juga mengingatkan kader PMII dan mahasiswa lain untuk menjadi teladan dalam menjaga stabilitas nasional. “Mari kita tunjukkan bahwa generasi muda mampu berjuang dengan kepala dingin, bukan dengan emosi yang membabi buta,” tambahnya.
Ajakan ini sejalan dengan komitmen PMII dalam mendukung reformasi sistemik antikorupsi dan HAM melalui jalur konstitusional. Organisasi ini berharap semua pihak, termasuk pemerintah, turut menjaga situasi kondusif menjelang peringatan nasional tersebut.
