Nasional

Ramadhan Peduli: Sinergi Mahasiswa dan Santri dalam Menebar Kepedulian dan Membangun Peradaban

Kegiatan Ramadhan Peduli yang digelar di Depok, Jawa Barat, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi mahasiswa dan santri dalam menebar kepedulian serta membangun peradaban. Agenda ini dihadiri pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan fokus pembahasan pada penguatan struktur organisasi, arah gerakan, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan nasional.

Mengusung tema “BEM PTAI: Sinergi Mahasiswa dan Santri dalam Menebar Kepedulian dan Membangun Peradaban”, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin organisasi, tetapi juga sebagai ruang evaluasi kolektif untuk mengukur sejauh mana gerakan mahasiswa mampu menjawab tantangan zaman. BEM PTAI diharapkan mampu bertransformasi menjadi wadah strategis yang tidak hanya mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa, tetapi juga melahirkan gagasan serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa.

Fatham Mubina menyoroti pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan di tubuh BEM PTAI. Menurutnya, regenerasi tidak sebatas pergantian figur, melainkan proses transfer nilai, visi, serta tradisi intelektual yang menjadi fondasi gerakan mahasiswa. Tanpa regenerasi yang sehat, organisasi berpotensi kehilangan arah dan daya dorongnya sebagai kekuatan moral dan sosial. Oleh karena itu, BEM PTAI diharapkan terus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang mampu mencetak kader mahasiswa berintegritas, berkapasitas, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

Lebih lanjut, Fatham Mubina mengajak seluruh pimpinan BEM di berbagai daerah untuk memperkuat gerakan melalui kolaborasi, pertukaran gagasan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Mahasiswa dinilai harus tetap menjaga sensitivitas sosial di tengah dinamika nasional, sekaligus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Ia juga menilai bahwa akselerasi kepemimpinan mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan bangsa. Mahasiswa tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga adaptif serta mampu berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional. Karena itu, BEM PTAI diarahkan untuk tetap menjadi mitra strategis dalam pembangunan tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial yang konstruktif.

Dalam kesempatan tersebut, Fatham Mubina juga menyampaikan sikap organisasi yang mendukung langkah aparat dalam menjaga ketertiban dan stabilitas nasional. Dukungan terhadap langkah Polri ditegaskan sepanjang dilakukan dalam koridor hukum dan demi menjaga keamanan publik. Selain itu, ia juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan kondisi nasional yang kondusif bagi pembangunan.

BEM PTAI juga menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah isu yang berkembang, termasuk kritik terhadap pemerintah, terutama terkait Program MBG serta keikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Evaluasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa yang tetap mengedepankan pendekatan konstruktif, objektif, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut mencerminkan dinamika pendekatan dalam gerakan mahasiswa, di mana selain mengedepankan fungsi kritis, BEM PTAI juga menempatkan diri sebagai bagian dari elemen bangsa yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional. Sikap ini sekaligus menunjukkan upaya organisasi dalam menyeimbangkan peran antara kontrol sosial dan kolaborasi strategis dengan pemangku kebijakan.

Melalui rangkaian agenda Ramadhan Peduli, BEM Nusantara diharapkan mampu memperkuat arah gerakan mahasiswa yang lebih terstruktur, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan Ramadhan Peduli menjadi landasan penting dalam meneguhkan posisi mahasiswa sebagai poros perubahan bangsa sekaligus mitra kritis dalam pembangunan Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *